Minggu, 29 April 2012
Sabtu, 28 April 2012
sucikan jiwa dgn ibadah
Dalam bahasa Arab,
penyucian jiwa disebut sebagai tazkiyatun nafs, yang terdiri dari dua kata:
at-tazkiyah dan an-nafs. At-tazkiyah bermakna at-tath-hiir, yaitu penyucian
atau pembersihan. Dan karena itulah zakat, yang satu akar dengan kata
at-tazkiyah disebut zakat karena ia kita tunaikan untuk membersihkan/menyucikan
harta dan jiwa kita. Adapun kata an-nafs (bentuk jamaknya: anfus dan nufus)
berarti jiwa atau nafsu. Dengan demikian tazkiyatun nafs berarti
penyucian jiwa atau nafsu kita.
Namun at-tazkiyah tidak hanya memiliki makna penyucian. At-tazkiyah juga
memiliki makna an-numuww, yaitu tumbuh. Maksudnya, tazkiyatun nafs itu juga
berarti menumbuhkan jiwa kita agar bisa tumbuh sehat dengan memiliki
sifat-sifat yang baik/terpuji.
Dari tinjauan bahasa diatas, bisa kita simpulkan bahwa tazkiyatun nafs itu
pada dasarnya melakukan dua hal. Pertama, menyucikan jiwa kita dari sifat-sifat
(akhlaq) yang buruk/tercela (disebut pula takhalliy – memakai kha’), seperti
kufur, nifaq, riya’, hasad, ujub, sombong, pemarah, rakus, suka memperturutkan
hawa nafsu, dan sebagainya. Kedua, menghiasinya jiwa yang telah kita sucikan
tersebut dengan sifat-sifat (akhlaq) yang baik/terpuji (disebut pula tahalliy –
memakai ha’), seperti ikhlas, jujur, zuhud, tawakkal, cinta dan kasih sayang,
syukur, sabar, ridha, dan sebagainya.
Mengapa tazkiyatun nafs itu penting?
Setidak-tidaknya ada tiga alasan mengapa tazkiyatun nafs itu penting.
Alasan pertama, karena tazkiyatun nafs merupakan salah satu diantara tugas
Rasulullah saw diutus kepada umatnya. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Jumu’ah:
2: “Dia-lah (Allah) yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di
antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka
dan mengajarkan mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya mereka
sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” Senada dengan itu, Allah
SWT juga berfirman dalam QS Al-Baqarah: 151: “Sebagaimana (Kami telah
menyempurnakan nikmat Kami kepadamu), Kami telah mengutus kepadamu rasul
diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu
dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu
apa yang belum kamu ketahui.”
Dari kedua ayat diatas, kita bisa mengetahui bahwa tugas Rasulullah saw ada
tiga. Pertama, tilawatul aayaat: membacakan ayat-ayat Allah (Al-Qur’an). Kedua,
tazkiyatun nafs: menyucikan jiwa. Dan ketiga, ta’limul kitaab wal hikmah:
mengajarkan kitabullah dan hikmah.
Jelaslah bahwa salah satu diantara tiga tugas Rasulullah saw adalah
tazkiyatun nafs “menyucikan jiwa”. Tazkiyatun nafs itu sendiri identik dengan
penyempurnaan akhlaq, yang dalam hal ini Rasulullah saw bersabda tentang misi
beliau diutus: “Sesungguhnya aku ini diutus hanya untuk menyempurnakan akhlaq
yang mulia.”
Alasan kedua pentingnya tazkiyatun nafs adalah, karena tazkiyatun nafs
merupakan sebab keberuntungan (al-falah). Dan ini ditegaskan oleh Allah SWT
setelah bersumpah 11 kali secara berturut-turut, yang tidaklah Allah bersumpah
sebanyak ini secara berturut-turut kecuali hanya di satu tempat, yaitu dalam QS
Asy-Syams: 1-10:
“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya,
dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit
serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta
penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu
(potensi) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang
menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”
Kemudian alasan ketiga pentingnya tazkiyatun nafs adalah, karena
perumpamaan tazkiyatun nafs adalah seperti membersihkan dan mengisi gelas. Jika
gelas kita kotor, meskipun diisi dengan air yang bening, airnya akan berubah
menjadi kotor. Dan meskipun diisi dengan minuman yang lezat, tidak akan ada
yang mau minum karena kotor. Tetapi jika gelasnya bersih, diisi dengan air yang
bening akan tetap bening. Bahkan bisa diisi dengan minuman apa saja yang
baik-baik: teh, sirup, jus, dan sebagainya.
Demikian pula dengan jiwa kita. Jika jiwa kita bersih, siap menampung
kebaikan-kebaikan. Tetapi jika jiwa kita kotor, tidak siap menampung
kebaikan-kebaikan sebagaimana gelas kotor yang tidak siap disi dengan minuman
yang baik dan lezat.
Sarana-sarana Penyucian Jiwa
Untuk melakukan tazkiyatun nafs, yang meliputi takhalliy (membersihkan jiwa
kita dari akhlaq yang tercela) dan tahalliy (menghiasi jiwa kita dengan akhlaq
yang terpuji), kita memerlukan berbagai macam cara atau sarana (wasail), yang
kita sebut sebagai wasailut tazkiyah “sarana-sarana penyucian jiwa”. Apakah
sarana-sarana itu?
Sarana-sarana itu tidak lain adalah ibadah-ibadah kita: sholat, shaum,
zakat dan infaq, haji, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan sebagainya. Semua
bentuk ibadah tersebut merupakan wasailut tazkiyah – membersihkan jiwa dan
menumbuhkan akhlaq yang terpuji.
Sebagai gambaran singkat bagaimana ibadah-ibadah kita bisa membersihkan
jiwa kita, mendidik jiwa kita, dan menumbuhkan akhlaq yang terpuji, mari kita
lihat hakikat ibadah-ibadah tersebut.
Tentang sholat, Allah SWT berkata, “Dan tegakkanlah sholat. Sesungguhnya
sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” (QS Al-Ankabut: 45).
Ternyata, hikmah diperintahkannya sholat adalah untuk mencegah kita dari
perbuatan keji dan munkar, yang dengan kata lain berarti membangun akhlaq kita.
Tentang puasa (shaum), Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang selama
berpuasa tidak mampu menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang buruk serta
keji, maka Allah sama sekali tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR Al-Bukhari). Beginilah hakikat puasa, yang tidak lain adalah menahan nafsu
kita, dalam rangka untuk menyucikan nafsu kita dan membangun akhlaq kita.
Tentang zakat, Allah SWT berfirman, “Ambillah dari harta benda mereka bagian
zakatnya untuk membersihkan harta benda mereka dan untuk menyucikan jiwa
mereka.” (QS At-Taubah: 103). Inilah ternyata hikmah dari zakat, yaitu untuk
membersihkan harta kita, membersihkan jiwa kita dari sifat kikir dan
menumbuhkan sifat dermawan.
Bahkan tentang infaq dan sedekah secara umum, Allah SWT berfirman, “Yang
menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan dirinya.” (QS Al-Lail:
18). Jelas sekali dalam ayat ini ditegaskan bahwa hikmah berinfaq dan
bersedekah adalah untuk membersihkan diri, menyucikan jiwa.
Kemudian tentang haji, Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang menetapkan
niatnya dalam bulan-bulan itu (yakni bulan-bulan haji) akan mengerjakan haji,
maka tidak boleh rafats (berkata keji dan jorok), berbuat fasik dan
berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.” (QS Al-Baqarah: 197).
Subhanallah, ternyata ibadah hajipun didesain untuk bisa melatih kita
mengendalikan hawa nafsu kita, dalam rangka untuk menyucikan jiwa kita dan
membangun akhlaq kita.
Demikian juga dengan ibadah-ibadah yang lain, tidak lain merupakan wasailut
tazkiyah, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan sebagainya. Semua bentuk
ibadah tersebut akan membersihkan jiwa dan menumbuhkan akhlaq yang terpuji.
Minggu, 08 April 2012
Wanita Sholehah
istri sholehah,
dunia begitu indah dg hadirnya seorang suami setia yg menemaniku bertahun-tahun, juga dititipkanNya untukku 2 keturunan hawa yang selalu menemani hari-hariku dlm suka atau duka....
gurauan, sedih, senang, selalu menemaniku....tapi kesedihan gak boleh ngendon lama-lama dalam kamus kehidupanku...
trimakasihku kupanjatkan pada yangg telah menongolkan aku ke dunia ini lantaran adanya 2 makluk sejoli ayah bundaku...semoga....keduanya sentiasa tenang dan mendapat griyo abadi yg indah bersamaNya...amin.
hari-hariku ku lalui dengan aktivitasku yg se-abreg ukuran seorang ibu dari malaikat kecilku, istri dari suami tercintaku yang selalu mensupport kejenuhanku, kesakitanku yang kadang muncul tanpa aku undang....tapi aku kudu penuh dengan semangat 45 untuk meraih cita-cita, dan mimpi indahku....ini semua tak akan terjadi tanpa bantuan dan bimbinganNya....amin.
dalam hidupku harus selalu belajar dan belajar tentang kehidupan, keyakinanku,orang2 sekelilingku, orang sukses yg jadi panutan...berusaha menciptakan sesuatu yang baru dan penuh tantangan.... !!
SEMANGAT !!
dunia begitu indah dg hadirnya seorang suami setia yg menemaniku bertahun-tahun, juga dititipkanNya untukku 2 keturunan hawa yang selalu menemani hari-hariku dlm suka atau duka....
gurauan, sedih, senang, selalu menemaniku....tapi kesedihan gak boleh ngendon lama-lama dalam kamus kehidupanku...
trimakasihku kupanjatkan pada yangg telah menongolkan aku ke dunia ini lantaran adanya 2 makluk sejoli ayah bundaku...semoga....keduanya sentiasa tenang dan mendapat griyo abadi yg indah bersamaNya...amin.
hari-hariku ku lalui dengan aktivitasku yg se-abreg ukuran seorang ibu dari malaikat kecilku, istri dari suami tercintaku yang selalu mensupport kejenuhanku, kesakitanku yang kadang muncul tanpa aku undang....tapi aku kudu penuh dengan semangat 45 untuk meraih cita-cita, dan mimpi indahku....ini semua tak akan terjadi tanpa bantuan dan bimbinganNya....amin.
dalam hidupku harus selalu belajar dan belajar tentang kehidupan, keyakinanku,orang2 sekelilingku, orang sukses yg jadi panutan...berusaha menciptakan sesuatu yang baru dan penuh tantangan.... !!
SEMANGAT !!
Langganan:
Postingan (Atom)